5 Band Indie Pop Asia Tenggara yang Perlu Lo Simak!


 


Untuk salah satunya jenis yang tercipta dari dobrakan post-punk Inggris pada senjakala ‘70an, jenis indie pop bisa disebutkan untuk satu jenis yang cukup subur dalam melahirkan bakat-talenta fresh. Banyak beberapa nama besar yang ikut serta mengkorporasikan pendakatan pop seperti yang terlihat dalam indie pop ke musiknya. Contoh saja The Smiths, Stereolab, The 1975, MGMT, Foster The People, Two Door Cinema Klub, dan lain-lain. Dari tahun ke tahun, indie pop tetap mempunyai nama yang cukup berkaitan dalam panggung musik global.

Teknik Dasar Bermain Over Under

Oleh karenanya, ada menariknya untuk mengulas lima nama besar dalam musik indie pop, yang dengan cara geografis bertempat tidak jauh dari kita. Ya, lewat tulisan ini, Supermusic akan mengulas lima group musik indie pop yang dari Asia Tenggara! Asia sendiri, untuk satu benua, telah mulai berkompetisi dalam mengumpan musik-musik bermutu ke publik luas. Berlaku untuk beberapa jenis musik, begitupula indie pop; tentu saja kita sadar jika Amerika serta Eropa jadi titik sentra dari perubahan musik di dunia. Ke-5 nama ini adalah amunisi Asia Tenggara dalam menanggapi hal itu.


Dengan demikian, coba baca daftar berikut untuk mengenali siapapun mereka!


1. Sobs (Singapura)


Untuk satu band yang beranggotakan 3 orang, Sobs sebenarnya adalah nama yang masih tetap cukup fresh dalam kancah musik lokalnya, yaitu di Singapura. Tetapi, tidak dapat disangkal lagi jika musik mereka tidak bermain-main.


Mengangkat sound pop dengan pendekatan bedroom yang organik serta gampang diresapi publik luas—Sobs dapat memikat banyak pendengar lewat launching EP pertama mereka, Catflap (2017). Tahun kemarin, album kiprah mereka—bertajuk Telltale Sign—resmi mengudara.


Title-track dari album kiprah itu, "Telltale Sign", sebuah track yang jadi highlight dalam albumnya. Reverb tebal, nada-nada meremaja, serta vokal yang manis. Apalagi minimnya? Resep-Resepnya menggubah musik kemungkinan memang berkesan generik, tetapi dengan pengeksekusian yang cocok, Sobs dapat menyuguhkan satu musik yang terlalu fresh. Luangkan dengar beberapa karya mereka bila memanglah belum sempat awalnya, ya!


2. Mellow Fellow (Filipina)


Buat kalian yang cukup dalam menekuni ranah indie pop kekinian, tentu saja kalian sempat dengar nama Mellow Fellow. Ya, ia adalah nama yang dari Asia Tenggara. Polo Reyes—orang dibalik moniker itu, adalah musikus yang dari Manila, Filipina.


Cinta jadi cerita penting yang sering didapati dalam musik indie pop, serta Mellow Fellow mengupasnya dengan musik ala nostalgik yang pas. Nuansa throwback ke era-era radio seolah mengalir keluar dari beberapa musik perancangannya. Selama ini, dia telah sukses menghasilkan dua buah album studio; 604 Diamond Street (2015), serta Jazzie Robinson (2016).


Awal tahun 2019 ini, dia sempat juga meluncurkan satu single yang berisi petikan-petikan gitar yang benar-benar halus—"Yours Alone" judulnya. Bicara single, Mellow Fellow punyai "How Was Your Day?", satu single yang bekerjasama dengan Clairo. Pokoknya, bila sedang berbunga-bunga, atau mungkin—seperti namanya—sedang mellow, tidak ada kelirunya dengarkan Mellow Fellow.


3. Phum Viphurit


Jika yang ini kemungkinan yang tidak demikian dengarkan indie pop juga sempat dengar namanya. Phum Vipurit—musisi solo asal Thailand—memang cukup mendunia, tampil dengan gitar sambil menyanyi, musiknya yang berkaitan serta mudah jadi satu angin fresh dari Asia; Asia tenggara, khususnya!


Selama ini, telah ada sebuah album studio yang menghiasi diskografinya. Manchild sah launching di tahun 2017 lampau. Tetapi, di luar albumnya itu, Viphurit telah menghasilkan banyak single. Musiknya didominasi oleh nuansa perasaan good yang adiktif serta cukup menyebar. Cathcy serta terus jelas juga, musik indie pop ciptaan Viphurit mempunyai ciri-ciri yang positif, pas didengar di siang hari saat bekerja.


"Hello, Anxiety" adalah salah satunya single terbarunya. Maju dengan topik yang cukup personal, dia membedahnya lewat musik yang telah pakem jadi ciri uniknya. Track ini bicara mengenai rumor kesehatan mental serta kegelisahan yang dia lewati. Walau demikian, dia sampaikannya secara ringan—seakan jadi pesan pada beberapa pendengarnya yang berasa kesusahan, untuk dapat menyikapinya dengan cara sehat.


4. Pastel Lite (Malaysia)


Bersumber dari musik elektronika yang banger, ganda dari Malaysia ini sukses mengaplikasikan satu transformasi yang cukup beresiko. Tetapi, risiko tinggi itu terbayar selesai dengan kesuksesan. Pastel Lite—melalui album Balada (2017)—berhasil mengusung suara yang bertambah kental dalam halaman pop.


Dimotori oleh dua personil yang masing-masingnya bukan lagi nama asing dalam arena musik lokal mereka, Pastel Lite jadi konsumsi indie pop dari Asia Tenggara yang maju dengan pola elektronika. Album Balada dari mereka sukses mengepak beberapa suara pop dengan pendekatan yang cukup kekinian. Dengan cerita lirik yang luas, mereka kupas banyak tema-tema dalam kehidupan manusia; serta semuanya dibungkus oleh musik mengawang-ngawang yang cukup bermacam.


Salah satunya highlight dari keluaran Balada ialah track bertopik "Waktu Kita", satu track yang berkesan cukup nostalgic. Sound dari synth serta beats mereka menguatkan rasa rindu itu, membuatnya satu track yang cukup dalam serta menyayat. Coba dengarkan track ini untuk mulai menyelami musik mereka!


5. Trinh Trung Kien (Vietnam)


Solois ini mengawali kariernya dari coffeshop, merendisi lagi lagu-lagu ternama dengan ciri uniknya sendiri. Namanya melesat saat dia mulai membuat lagunya sendiriLagu breakthrough-nya—bertajuk "The Ky 21 Buon" (atau "Sad 21st Century")—berhasil tangkap rasa kesepian dalam menjaga kehidupan ditengah-tengah hutan-hutan beton perkotaan besar.


Kien ialah musikus indie pop Vietnam yang maju dalam pola penyanyi-penulis lagu yang jujur. Lirik-lirik ciptaanya quirky serta berkaitan. Kadang, musiknya juga begitu—lo-fi serta catchy, tetapi berasa tidak bersandiwara. Kien adalah pembadanan paling prima dari penyany- penulis lagu yang mengangkat musik indie pop dari Vietnam.


Baru saja ini, dia sudah sukses meluncurkan mini album baru bertopik "Tôi Detil Tôi". Lewat kanal YouTube-nya, Kien menggungah satu track yang diambil dari keluaran barunya itu. Bertopik "XX", track ini tampilkan benar perkembangan musiknya mengarah yang bertambah fresh lewat beats pop yang sejuk. Musik Kien sudah menjauh dari pendekatan minimalistik serta intim yang menguasai dengan gitar. Saat ini, dia sudah menanggapi pop lebih utuh, serta arahnya lumayan baik


Itu ia lima nama musikus indie pop yang dari Asia Tenggara. Beberapa tetangga ini pasti mempunyai skena-nya semasing, serta mengenali mereka sukses membuahkan musisi-musisi bermutu sama seperti yang di atas, tentu saja kita—sebagai sisi dari Asia Tenggara, harus ikut-ikutan bangga. Apalagi, dalam halaman indie pop, Indonesia punyai banyak beberapa nama bagus. Coba katakan indie pop lokal favorite kalian di kotak kometar berikut ini!


Postingan populer dari blog ini

devices are out of touch

He took photos of her.

Israeli strikes on Iran kill four soldiers, Iran says